Rabu, 11 Juli 2012

Analisis study kasus


1.      IDENTITAS SISWA/KLIEN

ü  Nama siswa                  : Wildanun Mukholladun
ü  Kelas                            : II D
ü  Tempat/tgl. Lahir          : Sumenep,
ü  Agama                         : Islam
ü  Jenis kelamin               : Laki-Laki
ü  Alamat                        : Aengdake I Bluto
ü  Hoby                            : Olahraga
ü  Jumlah saudara             : Dua (2)
ü  Anak ke                       : 2
2.      Identifikasi Orang Tua
v  Ayah
ü  Nama                  : Joko Trihandoyo
ü  Pendidikan         : SMA I Sumenep
ü  Pekerjaan            : Dagang
ü  Alamat                : Aengdake I Bluto
v  Ibu
ü  Nama                  : Ananda Kutsiah Wulandari
ü  Pendidikan         : Sma I Bluto
ü  Pekerjaan            : Wiraswasta
ü  Alamat                : Aengbaja raja
  1. Gejala Yang Nampak
ü  Sering melakukan pelanggaran disekolah
ü  Sering terlambat
ü  Sering tidak mengerjakan tugas
ü  Sering keluar kelas saat KBM berlangsung



ANALISIS STUDY KASUS
  1. Informasi dari wali kelas
ü  Sering terlambat masuk kelas
ü  Sering melanggar aturan sekolah
ü  Sering keluar kelas
  1. Informasi dari guru mata pelajaran
ü  Sering aktif dikelas
ü  Tidak sering berbicara sendiri saat waktu pelajaran berlangsung
ü  Sering mendapat hukuman
  1. Informasi dari teman kelas
ü  Sering tidak tepat waktu dalam mengumpulkan tugas
ü  Sering bergaul dengan anak nakal
ü  Sering keluar kelas
ü  Tidak bicara sendiri ketika KBM berlangsung
  1. Informasi dari orang tua
ü  Sering pulang malam
ü  Tidak langsung pulang kerumahnya ketika sudah pulang sekolah
ü  Tidak pernah membantu pekerjaan orang tua
  1. Sosiometri
Sangat bagus dalam berhubungan dengan teman sebayanya
  1. Catatan Anekdot
ü  Sering berdiri sendiri di depan kelas karena tidak mengumpulkan tugas yang di berikan oleh gurunya,padahal gurunya sudah mewanti-wanti agar tugas yang di berikan harus selesai tepat waktu  karena tugas tersebut sangat berkaitan dengan penilaian.
ü  jadi bahan perhatian semua kelas karnanya dia sendiri tidak mengerjakan tugas sedangkan teman yang lainnya sudah semua.
  1. Skala Penilaian
ü  tergolong siswa yang tidak aktif
SINTESIS
1.      Gejala yang nampak/menyimpang
ü  Sering keluar kelas saat KBM berlangsung
ü  Sering terlambat
ü  Sering melakukan pelanggaran disekolah
ü  Sering tidak mengerjakan tugas
2.      Hal-hal yang berhubungan dengan diri siswa
ü  Tidak ada gairah untuk mengerjakan tugas
ü  Kurang memperhatikan aturan-aturan sekolah
3.      Hal-hal yang berhubungan dengan guru/sekolah
ü  Sering mendapatkan hukuaman
ü  Masih kurang antusias dalam kelas
4.      Hal-hal yang berhubungan dengan teman
ü  Cukup pandai berteman
ü  Hubungan dengan teman sangat baik.














DIAGNOSIS

1.                   Masalah
ü  Bidang pribadi : kurangnya kasih sayang orang tua
2.                   Penyebab
a.                             Kurang mendapat perhatian dari orang tua
b.                             Tidak adanya keharmonisan didalam keluarga
c.                             Hubungan dengan keluarganya kurang erat

3.                   Akibat
·        Apabila di Bantu
ü  Klien dapat perhatian oleh orang tuanya
ü  Hubungan klien dengan orang tuanya bisa harmonis
ü  Bisa belajar lebih efektif dan intensif
·         Apabula tidak di Bantu
ü  klien tidak dapat perhatian lebih dari orang tuanya
ü  hubungan dengan keluarganya tidak bisa harmonis
ü  tidak bisa Bisa belajar lebih efektif dan intensif











TREATMENT
ü  Masalah pribadi : kurangnya kasih sayang orang tua
ü  Alternatif             :
1.      KONSELING INDIVIDU
a.      Pengertian konseling individu
konseling individu yaitu merupakan salah satu pemberian bantuan secara perseorangan dan secara langsung. Dalam cara ini pemberian bantuan dilakukan secara face to face relationship (hubungan muka ke muka,atau hubungan empat mata) antara konselor dengan individu yang terjadi ketika seorang konselor bertemu secara pribadi dengan seorang siswa untuk tujuan konseling.
b.      Tujuankonseling individu
Membantu peserta didik dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya  serta mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi pada proses tersebut (seperti perkembangan kehidupan sosial, pribadi, emosional, kognitif, fisik dan sebagainya).serta mampu peserta didik mengaktualisasikan diri secara optimal.
c.       Tahapan konseling behavioral
1 Assesment, langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan klien (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya, kekuatan dan kelemahannya, pola hubungan interpersonal, tingkah laku penyesuaian, dan area masalahnya) Konselor mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah.
2 Goal setting, yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling.
3 Technique implementation, yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling.
4 Evaluation termination, yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling.

d.      Teknik/ strategi
Assertive adaptive
Teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong, dan membiasakan klien untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan.Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri klien.
2.      LAYANAN KONSULTASI
a.      Pengertian layanan konsultasi
Adalah bantuan dari konselor ke klien dimana klien sebagai konsultan dan klien sebagai konsulti, membahas tentang masalah pihak ketiga.Pihak ketiga yang dibicarakan adalah orang yang merasa dipertanggung jawabkan konsulti, misalnya anak, murid atau orangtuanya. Bantuan yang diberikan untuk memandirikan konsulti sehingga ia mampu mengahdapi pihak ketiga yang dipermasalahkannya. Jika konselor tidak mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh konsulti maka direferalkan kepada pihak lain yang lebih pakar.Layanan konsultasi bisa berubah menjadi konseling perorangan jika permasalahan ternyata disebabkan oleh konsulti. Dan konseling keluarga karena berkaitan dengan pihak keluarga.
b.      Tujuan layanan konsultasi
1.      Memandirikan konsulti untuk menghadapi permasalahan pihak ketiga.
2.      Konsulti memiliki wawasan dan cara bertindak terhadap permasalahan pihak ketiga
c.       Tahapan layanan konsultasi
1.      Persiapan
ü  Mengidentifikasi klien
ü  Menetapkan fasilitas layanan
ü  Menyiapkan kelengkapan administrasi
2.      Pelaksanaan
ü  Menerima konsulti
ü  Menyelenggarakan penstrukturan konsultasi
ü  Membahas masalah apa yang dibawa konsultasi berkenaan dengan pihak ketiga
ü  Mendorong dan melatih konsulti agar bisa menangani masalah yang dialami pihak ketiga
ü  Membina komitmen konsulti untuk menangani masalah pihak ketiga dengan bahasa dan cara-cara konseling
ü  Melakukan penilaian segera
3.      Evaluasi
ü  Mengevaluasi proses pelaksanaan layanan  yang mengacu pada bagaimana konsultasi melakukan unsur kegiatan dari hasil proses konsultasi.
4.      Laporan
ü  Menyusun laporan layanan , menyempaikan laporan kepada pihak terkait dan mendokumentasikan laporan.
3.      BIMBINGAN KELOMPOK
Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu (terutama dari pembimbing/ konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan
TUJUAN
1. Tujuan Umum Secara umum layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi perserta layanan (siswa).

2. Tujuan Khusus Secara lebih khusus layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yaitu peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal para siswa
MANFAAT BIMBINGAN KELOMPOK
* Diberikan kesempatan yang luas untuk berpendapat dan membicarakan berbagai hal yang terjadi disekitarnya.
* Memiliki pemahaman yang obyektif, tepat, dan cukup luas tentang berbagai hal yang mereka bicarakan.
* Menimbulkan sikapyang positif terhadap keadaan diri dan lingkungan mereka yang berhubungan dengan hal-hal yang mereka bicarakan dalam kelompok
* Menyusun program-program kegiatan untuk mewujudkan penolakan terhadap yang buruk dan dukungan terhadap yang baik.
*Melaksanakan kegiatan-kegiatan nyata dan langsung untuk membuahkan hasil sebagaimana yang mereka programkan semula
TAHAPAN TAHAPANYA
1. Tahap pembentukan.
Tahap ini merupakan tahap pengenalan, tahap pelibatan diri atautahap pemasukan diri ke dalam kehidupan suatu kelompok. Pada tahapini, pada umumnya para anggota saling memperkenalkan diri dan jugamengungkapkan tujuan ataupun harapan-harapan yang ingin dicapaibaik oleh masing-masing, sebagian maupun seluruh anggotakelompok.Dalam tahap pembentukan ini, pemimpin kelompok hendaknyamemunculkan dirinya sehingga tertangkap oleh para anggota sebagaiorang yang benar-benar bisa dan bersedia membantu para anggotakelompok mencapai tujuan mereka.
2.Tahap Peralihan
Tahap peralihan ini adalah jembatan antara tahap pertama dantahap ketiga. Pada tahap ini pemimpin kelompok menjelaskan apayang akan dilakukan oleh anggota kelompok pada tahap kegiatan lebihlanjut yaitu inti dari keseluruhan kegiatan (tahap ketiga). Kegiatanyang dilakukan dalam tahap peralihan
3.Tahap Kegiatan
Tahap ketiga merupakan inti kegiatan kelompok, maka aspek-aspek yang menjadi isi dan pengiringnya cukup banyak, dan masing-masing aspek tersebut perlu mendapat perhatian yang seksama daripemimpin kelompok. Tahap ini merupakan kehidupan yangsebenarnya dari kelompok. Namun keberhasilan tahap ini tergantungpada hasil dari dua tahap sebelumnya.
4.    Tahap Pengakhiran
Setelah kegiatan kelompok memuncak pada tahap ketiga,kegiatan kelompok ini kemudian menurun dan selanjutnya kelompok akan mengakhiri kegiatannya pada saat yang tepat. Pokok perhatianutama dalam tahap ini adalah bukan pada berapa kali kelompok itu

PILIHAN

·                   Konseling individu
1.      Pengertian konseling individu
konseling individu yaitu merupakan salah satu pemberian bantuan secara perseorangan dan secara langsung. Dalam cara ini pemberian bantuan dilakukan secara face to face relationship (hubungan muka ke muka,atau hubungan empat mata) antara konselor dengan individu yang terjadi ketika seorang konselor bertemu secara pribadi dengan seorang siswa untuk tujuan konseling.
2.      Tujuankonseling individu
a.       Membantu klien menyelesaikan masalah
b.      Agar klien mampu merubah prilakunya yang positif
c.       Agar klien dapat diperhatian lebih dari orang tuanya
3.      Tahapan konseling behavioral
A.    ASSESMENT
ü  Mendorong klien untuk mengemukakan masalah klien  
ü  Mendengarkan masalah yang diceritakan klien
ü  Membantu klien dalam pemecahan masalah
B.     Goal setting
(a) membantu  klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien
(b) membantu Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling
(c) membantu mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien
(e) membantu klien membuat keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan, mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai, atau melakukan referal.
C. Technique implementation
ü  Membantu klien untuk menentukan tehnik yang akan digunakan
D Evaluation termination
ü  Memberikan penilaian kepada klien.
4.      Teknik/ strategi
Assertive adaptive
Teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong, dan membiasakan klien untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan.Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri klien.
























EVALUASI
1.      Penilaian proses
ü  U = Apakah klien mengetahui dan memahami permasalahannya sendiri
ü  C = Apakah lkien merasa ada perubahan sesudah proses konseling
2.      Penilaian hasil
ü  A = Mengamati tdan menindak lanjuti usaha klien dalam upaya menyelesaikan permasalahannya





















PEDOMAN WAWANCARA

v  Wawancara ke I
Waktu wawancara           : 09-00 – selesai
Tempat wawancara          : Rumah Wildanun Mukholladun
Masalah                            : Kebiasaan disekolah
Status Hubungan                         : Wali Kelas

Proses Wawancara

No
Pertanyaan
Diskripsi Jawaban
1.
2.
3.
4.
5
6
7
Apakah wildan sering terlambat sekolah ?
Apakah wildan sering bolos sekolah ?
Bagaimana kelakuan wildan di sekolah ?
Apakah wildan sering melanggar aturan sekolah ?
Apakah wildan sering keluar kelas ?
Pernakah anda memberikan tindakan ketika wildan salah ?
Tindakan apa yang anda berikan ketika wildan salah ?
·    Ya wildan sering terlambat
·    Sering sekali apa lagi hari jumat
·    Masalah kelakuannya diatas baik
·    kadang melanggar 
·    iya tapi idzin ke kamar mandi Cuma
·    iya karena harus di berlakukan disekolah
·    menghukumnya dengan berlari di lapangan sekolah


v  Wawancara ke 2
Waktu wawancara           : 12.45 – sampai selesai
Tempat wawancara          : Ruang Guru
Masalah                            : Kebiasaan di kelas
Status Hubungan                         : MAPEL

Proses Wawancara

No
Pertanyaan
Diskripsi Jawaban
1.
2.
3.
4.

5.

Apakah wildan tepat waktu dalam masuk kelas ?
Apakah wildan sering aktif dikelas ?
Apakah wildan sering bicara sendiri dikelas ?
Pernakah anda memberi hukuman pada wildan ?

Hukuman apa yang anda berikan pada wildan ketika melakukan pelanggaran ?
·      Iya wildan sering tepat waktu
·      Ya anaknya cukup aktif dikelas
·      Tidak diwaktu KBM berlangsung
·      Pernah di waktu dia tidak mengerjakan PR
·      Saya berikan tugas tambahan dirumahnya

v  Wawancara ke 3
Waktu wawancara           : 19.00 – sampai selesai
Tempat wawancara          : Rumah wildanun mukholladun
Masalah                            : Kegiatan dirumah
Status Hubungan                         : orang tua

Proses Wawancara
No
Pertanyaan
Diskripsi Jawaban
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Jam berapa wildan pulang sekolah ?
Apakah wildan langsung pulang ke rumah ?
Apakah wildan langsung membantu pekerjaan anda ?
Seringkah wildan belajar ?
Hubungan dengan teman lingkungan gimana ?
Pernakah wildan pulang malam (1-2 malam) ?
13.00 kadang jam 16.00
Tidak dia masih bermain PS
Tidak sama sekali tidak pernah
Tidak/kadang-kadang
Baik karna orangnya bersosialisasi
Ya setiap malem minggu

v  Wawancara ke 4
Waktu wawancara           : 09.00 – 09.00 WIB
Tempat wawancara          : Di Sekolah
Masalah                            : Kebiasaan di sekolah
Nama                                : Rizal
Status Hubungan                         : Teman Kelas

Proses Wawancara
No
Pertanyaan
Diskripsi Jawaban
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apakah wildan sering mendengarkan pelajaran ?
Apakah wildan sering bicara sendiri ?
Apakah wildan tepat waktu dalam mengumpulkan tugas ?
Apakah wildan sering keluar kelas ?
Apakah wildan sering bergaul dengan temannya ?
Apakah wildan sering bolos ?
Apakah wildan sering bergaul dengan temannya yang nakal ?
Ya dia sangat serius dengan pelajaran
Tidak biasanya Cuma diam saja
Tidak, sering lupa
Ya biasanya idzin ke kamar kecil
Ya, orangnya netral
Kadang-kadang
Ya, semuanya di akrapi
















CATATAN ANEKDOT

Nama               : wildanun mukholladun
Kelas               : VIII D
Situasi                         : KBM
Tempat            : Ruang kelas

Deskripsi
Wildan pernah berdiri sendiri di depan kelas karena tidak mengumpulkan tugas yang di berikan oleh gurunya,padahal gurunya sudah mewanti-wanti agar tugas yang di berikan harus selesai tepat waktu  karena tugas tersebut sangat berkaitan dengan penilaian. Wildan Cuma jadi bahan perhatian semua kelas karnanya dia sendiri tidak mengerjakan tugas sedangkan teman yang lainnya sudah semua.
Interpretasi
Berdasarkan diskripsi di atas dapat si simpulkan bahwa wildan termasuk salah satu siswa yang lalai akan tugas sekolahnya hal itupun mungkin kurangnya memperhatikan apa yang dikatakan oleh gurunya.
Catatan / Komentar
Perlu diteliti latar belakang masalahnya.


Sumenep, 03 April 2012
Observer



RIDWAN RHOMADANI


SKALA PENILAIAN

Nama               : wildanu mukholladun
Kelas               : VIII D
Situasi                         :

Ø  Pengamatan I
No
Pertanyaan


Nilai 3
Nilai 2
Nilai 1

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tepat waktu dalam masuk kelas
Mendengarkan penjelasan guru
Bertanya saat pelajaran berlangsung
Berpendapat saat pelajaran berlangsung
Keluar kelas saat pelajaran belangsung
Bicara dengan temannya saat pelajaran berlangsung

*
*
*




*




*






*




Ø  Pengamat 2
No
Pertanyaan


Nilai 3
Nilai 2
Nilai 1

1.
2.
3.
4.
5.
6.


Tepat waktu dalam masuk kelas
Mendengarkan penjelasan guru
Bertanya saat pelajaran berlangsung
Berpendapat saat pelajaran berlangsung
Keluar kelas saat pelajaran belangsung
Bicara dengan temannya saat pelajaran berlangsung

*


*
*

*
*

*




Ø  Pengamat 3
No
Pertanyaan


Nilai 3
Nilai 2
Nilai 1

1.
2.
3.
4.
5.
6.



Tepat waktu dalam masuk kelas
Mendengarkan penjelasan guru
Bertanya saat pelajaran berlangsung
Berpendapat saat pelajaran berlangsung
Keluar kelas saat pelajaran belangsung
Bicara dengan temannya saat pelajaran berlangsung
*



*


*

*

*


*








Ø  Keterangan
Nilai 4 : Selalu                                         
Nilai 3 : Sering                            
Nilai 2 : Jarang                            
25 -50% = Kurang
50 – 75% = Cukup
75 – 100% = Baik

Ø  Tabulasi Hasil Pengamatan
No
Pertanyaan
Hasil Pengamatan
I
II
III
1.
2.
3.
4.
5.
6.


Tepat waktu dalam masuk kelas
Mendengarkan penjelasan guru
Bertanya saat pelajaran berlangsung
Berpendapat saat pelajaran berlangsung
Keluar kelas saat pelajaran belangsung
Bicara dengan temannya saat pelajaran berlangsung
2
3
3
3
1
2


2
3
2
2
3
2


3
2
1
2
3
2


7
8
6
7
7
6
N = 6
14
14
13
41

Ø  Analisis Skala Penilaian

x 100
 
N  = n x F                 skor ideal  = N x bobot maksimal                    % = ∑ skor total
= 6 x 3                         = 18x 3                                                    ∑ skor ideal
= 18                                         = 54                                                     = 41/54 x 100%
= 25%


Ø  Kesimpulan
Dari hasil amatan dengan skala penilaian menunjukkan bahwa WILDANUN MUKHOLLADUN tergolong siswi yang tidak aktif (45%) pada saat KBM berlangsung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar